Walikota Tegal Dedy Yon Nyatakan Tegal Darurat Covid-19

yahya, 26 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Hari ini Kamis (26/3) Pemerintah Kota Tegal akan melakukan lokal lockdown yang diperluas dengan menutup akses perbatasan kota kecuali akses provinsi dan nasional. Hal itu disampaikan Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE.MM semalam dalam sebuah press conference , Rabu malam pukul 22.00 Wib (25/3) di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal.

Walikota yang didampingi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Dr. Drs. Johardi, MM beserta jajarannya dan Plt. Direktur RSUD Kardinah dr. Hery Susanto, Sp.A menyatakan Kota Tegal dalam kondisi darurat.

" Bahwa Kota Tegal besok (Kamis, 26/3) sudah saya nyatakan adalah kota yang darurat. Ini harus penanganannya yang serius, " Ujar Walikota Tegal.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait bertambahnya pasien asal kota Tegal yang positif covid-19. Masuknya seorang laki-laki usia 34 tahun pada tanggal 16 Maret sebagai pasien positif corona menambah deretan penderita akibat penyebaran virus corona. Pasien yang didahului dengan gejala panas badan, batuk, pilek, mencret dan sesak nafas awal pemeriksaan Swab negatif, namun hasil pemeriksaan Swab kedua pada tanggal 24 Maret menunjukan diagnosis yang mengkonfirmasikan pasien positif corona.

Dalam keterangannya, Pasien yang merupakan warga kelurahan Slerok, kecamatan Tegal timur, kota Tegal tersebut mempunyai riwayat pulang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pasien naik Kereta Api dari Stasiun Gambir menuju Tegal. Namun karena ada keluhan panas, baruk, pilek, mencret dan sesak nafas, dengan sadar dia langsung ke rumah sakit Kardinah. Hingga hari ini pasien berada di ruang isolasi RSUD Kardinah.

Walikota juga menyampaikan bahwa situasi dan kondisi di Jawa tengah disebutkan sudah sangat darurat. Karena terjadi peningkatan jumlah orang terpapar corona seperti yang status ODP sekira 2858, PDP berjumlah 257 orang.

" Perhari ini, jumlah total yang sudah positif covid-19 jumlah keseluruhannya adalah 38 orang. Yang dirawat di Rumah Sakit berjumlah 34 orang dan meninggal dunia sudah 4 orang, " Papar Dedy Yon.

Walikota juga menyebutkan di Kota Tegal sendiri terdapat 22 orang dimana 14 orang masih didalam perawatan rumah sakit. Dari ke 22 orang tersebut, 4 berasal dari kota Tegal, sementara 6 orang dari kabupaten Tegal, 3 orang dari kabupaten Brebes dan dari Kabupaten Pemalang 1 orang. Semuanya dirawat di rumah sakit di kota Tegal. Dari jumlah tersebut sudah 7 orang bisa dipulangkan dan yang meninggal 1 orang. Sedang 14 orang lainnya masih dalam perawatan.

Akibat perkembangan terakhir yang memprihatinkan tersebut pemerintah kota tegal mengambil inisiatif untuk memperluas lokal lockdown hingga perbatasan kota. Namun demikian akses provinsi dan nasional masih dibuka. Bahkan rencananya penutupan akses tersebut tidak lagi menggunakan Water Barrier, namun memakai MBC Beton. Penggunaan MBC beton dimaksudkan agar tidak mudah membuka maupun menggesernya.

" Itu beratnya satu MBC Beton saja kurang lebih 2 ton. Sehingga masyarakat tidak akan bisa menggeser ataupun mengalihkan. Ini demi keselamatan kita semua. Rencananya akan kita tutup tanggal 30 Maret sampai dengan tanggal 30 Juli. Ini demi keamanan kita bersama, " Ujar Dedy Yon Supriyono. (Anis Yahya /***)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu