Wali Kota Tegal : Orang Tegal Jangan Lupa Bahasa Tegal

INDONESIASATU.CO.ID:

 

TEGAL–  Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., mengingatkan masyarakat Kota Tegal untuk tidak melupakan bahasanya sendiri yakni Bahasa Tegal. 

‘’Jangan sampai lupa dengan bahasa sendiri, yakni bahasa Tegal, selain itu bahasa prokem Tegalan yang akrab ditelinga masyarakat juga harus tahu asal usul serta artinya, contoh kata Si Wa, Si Jon dan Sinok, Sitong. Kita harus tahu arti dan maksud dari sebutan itu,’’ kata Dedy Yon saat membuka Lomba Pidato Bahasa Tegalan dalam rangka memperinggati HUT ke-439 Kota Tegal yang berlangung di Pendopo Ki Gede Sebayu, Sabtu (13/4). Lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal diikuti oleh peserta didik dari SD/MI, SMP/MTs, SLTA/MA dan Guru di Lingkungan Kota Tegal. 

Wali Kota Juga mengingatkan dalam pemakaian bahasa Tegal jangan sampai salah kaprah, penggunaan bahasa Tegal harus tepat.

‘’Ketika berdialog dengan teman sebaya boleh menggunakan bahasa Tegal sehari-hari, tapi bila berdialog dengan orang yang lebih tua maka unggah-ungguh tetap dijaga dengan tidak mengunakan bahasa Tegal seperti dengan kawan sebaya,’’ tambah Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono. Ditambahkan Dedy Yon, lomba pidato bahasa Tegal yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mengingatkan bahasa asli daerah yakni bahasa Tegal. 

Johardi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal melaporkan bahwa tujuan adanya lomba pidato bahasa Tegal adalah sebagai upaya melestarikan bahasa Tegal agar dapat dikenal dan dikembangkan serta dimengerti oleh masyarakat Indonesia.

‘’Bahasa Tegal akan masuk pada Kurikulum muatan lokal bahasa Jawa, saat ini dalam proses konsultasi dengan Kementerian dan Provinsi Jawa Tengah,’’ ujar Johardi

Salah satu juri Yono Daryono mengungkapkan bahwa perlombaan tersebut merupakan salah satu upaya dalam pelestarian bahasa Tegal.

‘’Perlombaan ini sangat positif, namun perlu dipahami bahwa bahasa Tegal itu memiliki kromo bukan hanya ngoko, walaupun dasarnya ngoko, namun kromo madyo tetap ada, ini sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Sebagian besar masyarakat memahami bahwa bahasa Tegal hanya ngko saja, upaya ini harus dikenalkan, dilakukan, termasuk juga memperkenalkan bahasa Tegal dikalangan birokrat seperti dalam momen hari tertentu,’’ ujar Yono.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Ketua Panitia HUT ke-439 Kota Tegal Drs. Khaerul Huda, M.Si, Kepala Disdikbud Kota Tegal Dr. Johardi, Dewan Juri lomba pidato bahasa Tegal Yono Daryono, Atmo Tan Sidik, Dwi Eri Santoso dan ratusan peserta yang didampingi oleh guru pendamping.(***)

  • Whatsapp

Index Berita