Wakil Walikota Tegal HM. Jumadi, ST, MM : Percampuran Aspal Dan Limbah Plastik Daur Ulang Masih Aman

yahya, 03 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Kota Tegal  untuk kali pertama lakukan percobaan pengaspalan jalan dengan campuran limbah plastik daur ulang. Pemanfaatan limbah plastik daur ulang berberntuk cair tersebut alasannya mampu mengisi ruang antara kerikil dan aspal sehingga membuat air hujan tak bisa merembes dan pada akhirnya merusak jalanan. Dengan kata lain aspal plastik dapat mencegah pembentukan lubang atau pori-pori jalan.

Setidaknya menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Ir. Resti Dirjo Prihanto, Msi, penggunaan limbah plastik daur ulang tersebut dapat menghasilkan pekerjaan pengaspalan dengan kualitas baik. Hal itu dilakukan dengan pencampuran yang cukup ideal seperti ketika penggunaan 10 kwintal Aspal, limbah plastik daur ulang yang berbentuk cair itu sebesar 5% nya. Sehingga tingkat resapan air hujan tetap terjaga.

Bahkan,  Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi ST.MM menyebutkan hal itu sebagai lompatan pengentasan sampah plastik dan ternyata cukup prospektus. Uji coba Aspal campuran limbah plastik daur ulang tersebut langsung di gunakan sepanjang pelataran halaman Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal. Selasa (3/12)

Menurut Jumadi yang ahli dalam tekhnologi itu, menyampaikan di ruangan kerja nya kepada mitra Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu Pewarta yang menyebutkan inovasi itu setidaknya dapat sedikit meredakan polemik sampah plastik.

" Semua harus ada pembuktian dan Kami berharap inovasi ini dapat diikuti oleh wilayah wilayah lain, sehingga dapat mengurangi polemik sampah plastik" Ujarnya

Jumadi juga menginginkan Kota Tegal benar benar menjadi Tegal Smartcity tanpa mengesampingkan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal utu sendiri, sebab apa yang akan dicapai nanti, masyarkat Kota Tegal lah yang akan lebih menikmati.

Terkait Kualitas aspal berbahan limbah sampah plastik, Ia juga menjelaskan dengan lugas, jalan aspal bercampur plastik aman terhadap racun. Karena sampah plastik baru akan menimbulkan racun apabila suhu campuran keduanya melebihi batasan suhu aspal ditetapkan.

Ini aman terhadap racun, suhunya kan hanya 150. Dia baru terdegradasi kalau suhunya 280 derajat, itu baru keluarkan racun. Ini masih di bawah, itu sesuai dengan penelitian

Selanjutnya  aspal campur plastik juga mampu menahan gempuran air yang selama ini membuat jalan rentan rusak, bahkan  tebal lapisan jalan 4 cm, dan lebar jalan antara 7-14 m, untuk 1 km jalan dapat menyerap 2,5-5 ton limbah plastik. (Anis Yahya)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu