Tim Advokasi Paslon No.3 Enthus-Umi Somasi Ketua Panwas Kab.Tegal

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTAJATENG.COM, TEGAL Paslon Bupati Tegal Nomor Urut 3 Enthus-Umi melalui tim advokasinya merasa keberatan atas diturunkannya gambar Lupit Slenteng yang disebutkannya sebagai pesan moral untuk masyarakat Kabupaten Tegal menjelang Pilkada 27 Juni 2018.

Gambar Lupit Slenteng yang merupakan pesan moral bertuliskan BEDA PILIHAN AJA NGRUSAK PASEDULURAN yang membentang di jalan Ahmad Yani, Procot Slawi dan didepan Pasar Pepedan, Pagongan Kecamatan Dukuhturi itu telah diturunkan Satpol PP Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu.

Namun demikian, menurut tim advokasi Paslon Enthus-Umi, penurunan gambar tersebut atas dasar rekomendasi Panwas Kabupaten Tegal yang diketuai oleh Harpendi Dwi Pratiwi.

" Kami sangat keberatan atas penurunan gambar lupit slenteng tersebut," Demikian rilis yang disampaikan tim Advokasi Paslon Enthus-Umi kepada www.wartajateng.com, (Sabtu, 21/4).

Menurut Ketua tim Advokasi Toipin, SH, MH dalam rilisnya menyebutkan berdasarkan peraturan PKPU nomer 4 tahun 2017, desain dan materi alat peraga kampanye sebagaimana dimaksud pasal 24 ayat 1 dan ayat 2 dibuat dan dibiayai oleh partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan/ atau tim kampanye sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan oleh KPU Provinsi / KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota.

Bahwa materi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat memuat nama, nomor, Visi Misi, Program, Foto Pasangan calon, tanda gambar partai politik dan/ atau Foto pengurus partai politik atau gabungan partai politik.

" Bahwa merujuk ketentuan diatas tersebut gambar Lupit Slenteng yang diturunkan adalah bukan alat peraga kampanye. Untuk itu kami sudah melayangkan somasi untuk menyelesaikan sengketa ini dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya tanda terima surat Somasi," 

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa surat somasi tersebut juga ditembuskan DKPP, Bawaslu RI serta Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu Ketua Panwas Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pertiwi ketika dikonfirmasi www.wartajateng.com, (Sabtu, 21/4) menyebutkan bahwa pihaknya bersikap secara kelembagaan bukan kebijakan individual komisioner  Panwas Kabupaten Tegal. Meski demikian mereka menghargai apa yang dilakukan Tim Advokasi Paslon tersebut.

" Kita tetap menghargai hak siapapun untuk menyampaikan pendapat, kritik, saran, masukan," Ujar Ketua Panwas Kabupaten, Harpendi Dwi Pratiwi.

Mengenai langkah apa yang akan diambil pihak Panwas Kabupaten Tegal terhadap somasi Pasangan calon nomer 3 tersebut, Harpendi menjawab singkat.

" Tentunya nanti kita sikapi juga secara kelembagaan. Kita pelajari dan kaji dulu substansi surat somasi tersebut. Karena Panwaskab kolektif kolegial. Jadi harus diputuskan bersama," Pungkasnya. (Anis Yahya)

  • Whatsapp

Index Berita