Penyakit menular, Antara komitment dan fakta mengejutkan yang terjadi

dentang, 06 Nov 2018,
Share w.App T.Me

Pemalang – Setiap insan pasti berharap tidak tertular penyakit menular, baik itu bawaan dari riwayat kesehatan anggota keluarga, maupun penyakit yang tertular secara sengaja atau tidak. Untuk itulah pemerintah pusat melalui dinas instansi terkait, termasuk lembaga atau yayasan yang bergerak dibidang kesehatan, dapat turun tangan untuk mencegah, mengobati, hingga sosialisasi tentang penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus.red).

Namun, nampaknya program tersebut hanya ”angin lalu” saja. Terbukti hal ini dialami oleh Ruslan Nolowijoyo (60), salah seorang tokoh budayawan dan juga wartawan senior di kabupaten pemalang. Siapa sangka, pria yang selama ini akrab di sapa “Mbah Nolo” ini terjangkit penyakit menular itu.

Pihak dinas kesehatan kabupaten pemalang, rumah sakit dr. M. Ashari, forum pemalang sehat, serta yayasan yang bergerak dalam bidang penanganan penyakit menular tersebut rupanya tidak sanggup bergerak cepat mencegah, menanggulangi, mengobati, melainkan hanya diam tanpa kata bagaikan patung “nanas madu” yang ada di alun alun pemalang. Terbukti hingga akhir hayatnya, kamis 30 agustus 2018, pihak tersebut sangat terlihat cuek tanpa pergerakan untuk membantu mencegah, atau bahkan mengobatinya.

Entah benar atau tidak, pihak tersebut mengatakan jika beliau tidak mau diperiksa atau ditangani medis.

“lha si mbah tidak mau diperiksa, mas.”, ungkap dani, salah seorang staf dinas kesehatan,(6/11).

Sementara itu, ketika kami bertemu langsung dengan dentang (31), putra mbah nolo. Dia menceritakan semua kronologi yang dialami mbah nolo, termasuk komitment Dani yang memaksa dia beserta istrinya untuk periksa ke kantor dinas kesehatan yang beralamatkan di jl. Samanhudi tersebut.

“tanggal 12.8.2018, kami ke rumah beliau. Tanggal 13 hingga 18, beliau masuk rumah sakit dan tidak ada seorang pun yang mengabarkan ke saya. Baru tanggal 18 pagi, beliau ngabari istri saya jika sedang opname di rumah sakit prima medika, kamipun menemani hingga jelang maghrib. Sekitar tanggal 19 hingga 24, beliau dirawat oleh temannya di desa sungapan. 24 siang, kami bawa ke rumah sakit prima medika namun ditolak mentah mentah oleh rumah sakit dengan alasan kamar kosong namun di monitor terlihat daftar kamar kosong, dan penjaga pendaftaran justru bilang jika daftar di monitor tersebut tidak update. Ya akhirnya beliau pun kami ajak pulang dan kami rawat di rumah.”, ungkapnya ketikaditemui di pusara ayahandanya (6/11).

Lebih lanjut, dentang mengungkapkan selama dia merawat ayahanda, tidak ada seorangpun yang datang untuk memberikan solusi atau bahkan mengabarkan tentang apa yang diderita beliau. Tragisnya lagi, dia justru mengetahui setelah sehari beliau dirawat di rumah sakit dr. M. Ashari pemalang (28/8). Itupun dapat kabar tersebut dari adik kandung beliau.

“Saya dapat kabar tersebut dari bulek (sebutan orang jawa bagi adik dari orang tua.red), sehari setelah bapak masuk rumah sakit. Dan selama kami rawat di rumah juga tidak ada yang terlihat datang menjenguk atau mengabarkan bapak sakit apa.”, katanya.

 

Omong kosong komitment staf Dinas Kesehatan kabupaten pemalang

Segala bentuk usaha dan ketabahan telah dilakukan oleh putra tercintanya mbah nolo, termasuk menemani di saat akhir hayatnya. Namun sepertinya Tuhan berkata lain. Kamis 30 agustus pukul 15.40 wib, mbah nolo pun menghembuskan nafas terakhirnya di ruang camar, kamar a tempat tidur nomor a5. Dentang yang saat itu sedang berada di luar untuk mengurus rekening mbah nolo, nampaknya harus merelakan kepergian ayahanda tercintanya.

Keesokan harinya ketika semua rekan beliau datang untuk takziah, datanglah Dani beserta rombongannya. Setelah bertukar nomor hp dan wa. Dani pun menyarankan kami untuk periksa terkait penyakit menular tersebut. Setelah kepulangan dani, jenazah beliau pun dimakamkan di Pemakaman Ancak Suci Mulyoharjo Pemalang.

Beberapa hari kemudian, (4/9), kami menemui Dani di kantor dinas kesehatan kabupaten pemalang. Dari hasil pertemuan itu, dani dan seorang atasannya mengatakan jika seminggu lagi akan ada kegiatan tes penyakit menular tersebut di kompleks terminal bis kota pemalang.

“iya, mas. Minggu depan ada kegiatan di terminal.”, ungkap dani.

Namun kenyataannya hingga dua minggu berselang (19/9), dentang dan istrinya pun bertanya kepada dani mengenai kepastian tes itu. Ya benar ada kegiatan tes, namun bukan di terminal, melainkan di puskesmas paduraksa.

“Tesnya di puskesmas paduraksa, mas. Bukan di terminal bis. Ya kita ikutin saja. Tapi yang melakukan tes tersebut bukanlah Dani, melainkan petugas dari puskesmas. Itupun bukan dani juga yang mengantar dan menemani kami. Melainkan orang dari yayasan.”, imbuhnya.

Setelah melakukan tes, orang yayasan dan petugas puskesmas pun mengatakan jika jarak tiga bulan kami harus melakukan pemeriksaan lanjutan, karena orang yang berpenyakit tersebut tidak bisa langsung terlihat dan terdeteksi. Untuk itu harus diadakan tes lanjutan.

Kembali diliputi ketidakpastian dan merasa dipermainkan. Pada akhirnya dentang menghubungi Dani via aplikasi whatsapp. Namun apa daya, mereka pun dikejutkan dengan jawaban dani. Tidak usah periksa. Jawaban singkat dikeluarkan Dani bagai pembicaraan biasa antar kawan, bukan antara staf Dinas dan warga. Terlepas status dani “PNS / CPNS / HONORER”, seharusnya dani memahami dengan siapa dia berbicara.

“Tidak usah periksa.”, imbuhnya menirukan kalimat di jawaban wa dari dani.

Staf cantik berhias hijab yang juga pemilik persewaan soundsystem terkenal di kawasan kabupaten pemalang ini, nampaknya tak semerdu suara soundsystemnya. Terbukti dengan nyata jika dia sengaja tidak mengkonfirmasi dan sama sekali tidak memberikan penjelasan ke dentang dan istrinya mengenai jawabannya di wa. Dia juga tidak mengkonfirmasi jika ternyata tidak ada kegiatan tes yang dilakukan di terminal bis kota pemalang. Justru dia memutarbalikkan fakta. Dani terkesan menyalahkan pihak puskesmas karena tidak ada konfirmasi mengenai hasil tes mereka mereka berdua di puskesmas paduraksa dan kapan mereka akan di tes lagi.

Terakhir dentang mengungkapkan jika dia menyesalkan pihak Forum Pemalang Sehat, Dinas Kesehatan, RSUD Dr. M. Ashari, serta Yayasan/Lembaga yang mengurusi penyakit menular tersebut. Karena sejak awal tidak ada seorangpun yang mengabarkan padanya tentang sakit beliau.

“Jangankan Dani yang dari dinas kesehatan, dari rsud, forum pemalang sehat, sampai yayasan pun selama ini tidak ada yang ngabari bapak sakit apa. Kalau ngabari kan setidaknya walaupun harus bertengkar, pasti saya carikan dan paksakan bapak buat berobat. Nah kalau begini, apa iya mereka bisa menghidupkan kembali bapak?”, tandasnya sembari meneteskan airmata di pusara mbah nolo. (Angela W.R)

 

 

Berikut adalah penjabaran mengenai HIV/AIDS:

 

Apakah HIV itu ?
HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah Virus penyebab AIDS

  • HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dalam darah, air mani atau cairan vagina
  • Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.
  • Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks yang tidak aman, tranfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian.

Bagaimana HIV ditularkan ?
HIV dapat ditularkan melalui 3 cara, yaitu :

  • Hubungan seks (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
  • Transfusi darat atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.
  • Melalui Alat Suntik.

HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan/minum yang sama, gigitan nyamuk, memakai jamban yang sama atau tinggal serumah.
Gejala-Gejala AIDS

  • Merasa kelelahan yang berkepanjangan
  • Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
  • Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
  • Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan
  • Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa
  • Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10% tanpa alasan yang jelas dalam 1 bulan.
  • Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher dan lipatan paha.

Bagaimana mengetahui Orang yang Sudah Terinfeksi HIV ?
Hanya melalui penglihatan, Anda tidak bisa tahu apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau tidak.

  • Pada kenyataannya, pengidap HIV terlihat sangat sehat.
  • Satu-satunya cara untuk mengetahui hai ini adalah melalui tes darah HIV
  • Di Indonesia, terdapat cukup banyak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang dapat membantu
  • Anda untuk mendapatkan pelayanan tes darah.

TES HIV
Orang yang terinfeksi HIV tidak dapat diketahui dari penampilan fisiknya saja karena orang tersebut terlihat seperti orang sehat lainnya. Jadi, untuk menentukan seseorang terinfeksi HIV atau tidak harus dilakukan pemeriksaan darah.
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya anti bodi HIV di dalam darah. Antibodi HIV ini dihasilkan oleh tubuh sebagai reaksi system kekebalan tubuh terhadap infeksi HIV. Oleh sebab itu, pemeriksaan ini lebih tepat disebut "Tes Antibodi HIV" bukan tes AIDS.
Perlukan Tes HIV ?
Jika anda merasa memiliki kemungkinan terinfeksi HIV, maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Hal ini penting untuk memastikan status anda. Jika anda positif, dapat segera dilakukan perawatan kesehatan lebih lanjut yang intensif agar dapat menjaga kondisi dan mencegah penularan kepada orang lain.
Melindungi Diri Dari HIV/AIDS

  • Jangan melakukan hubungan sesk dengan pasangan yang anda tidak ketahui kondisi kesehatannya.
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Gunakanlah kondom dalam melakukan hubungan seks, jika salah satu atau keduanya terinfeksi HIV
  • Jika membutuhkan transfusi darah, mintalah kepastian bahwa darah yang akan diterima bebas HIV
  • Gunakan alat suntik sekali pakai
  • Hindari mabuk-mabukan dan narkotik yang membuat Anda lupa diri.

Bagaimana caranya untuk tes HIV ?

  • Sebelum anda memeriksakan diri, konsultasilah terlebih dahulu kepada konselor atau tenaga kesehatan yang berpengalaman.
  • Ketahui dan pahami pengertian HIV/AIDS, faktor resiko dan cara penularan, introspeksi diri dan cara pencegahannya.
  • Apabila anda sudah yakin dan siap menerima segala resiko dan test HIV, silahkan periksa.
  • Pilihlah pemeriksaan tanpa identitas untuk menjaga kerahasiaan anda.
  • Test HIV dapat dilakukan dirumah sakit atau laboratorium kesehatan yang melayani Test HIV sesuai rujukan dari konselor anda (Tempat konsultasi dapat dilihat pada brosur ini)
  • Konsultasikan kembali hasil tes tersebut dan minta penjelasan arti dari hasil tes tersebut kepada konselor atau tenaga kesehatan yang berpengalaman.

  Apakah AIDS itu ?
AIDS yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindroma menurunkan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.

  • Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan di dalam tubuhnya telah menurun.
  • Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS.
  • Agar dapat terhindar dari HIV/AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya.

  Apakah IMS itu ?
IMS (Infeksi Menular Seksual) sering juga disebut penyakit Kelamin, yaitu penyakit-penyakit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks atau hubungan kelamin.
orang yang mengidap IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka memberikan jalan masuk bagi HIV.
HIV terutama ditularkan lewat hubungan seks, karena itu HIV juga termasuk jenis IMS.
  Apakah Tanda-tanda atau Gejala-gejala IMS ?
Beberapa tanda atau gejala IMS adalah sebagai berikut :

  • Ada cairan yang keluar dari penis, vagina atau dubur. Terasa pedih atau panas sewaktu buang air kecil dan/atau melakukan hubungan seks.
  • Nyeri di perut bagian bawah (wanita), buah pelir (laki-laki), serta pantat dan kaki. Pada wanita seringkali gejala ini tidak dirasakan, walaupun sebenarnya sudah terkena IMS.
  • Melepuh, lecet, kutil, ruam dan/atau pembengkakan di sekitar kelamin, alat kelamin dan/atau mulut.
  • Gejala seperti itu juga meliputi demam, pusing nyeri otot dan/atau pembengkakan kelenjar.
  • Jika anda merasakan salah satu tanda atau gejala diatas, segera periksa diri ke dokter   atau layanan kesehatan terdekat.

Bagaimana Agar Anda Terhindar dari HIV dan IMS ?
Gunakan KONDOM
Kondom merupakan penghambat atau dinding pencegah terjadinya
pertukaran cairan yang berasal dari dalam tubuh.

  • Jika Anda suka berganti-ganti pasangan atau terlibat hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan, kondom adalah alat perlindungan yang baik
  • Menggunakan kondom berarti 10.000 kali lebih terlindung daripada tidak menggunakannya
  • Sewaktu hendak menggunakan kondom, pastikan bahwa kondom tersebut berkualiatas baik, berstandar mutu internasional dan perhatikan pula tanggal kadaluarsa kondom.

  Bagaimana Menggunakan Kondom yang benar ?

dom1.gif (8741 bytes)

1

Pijit ujung kondom agar tidak ada gelembung udara dan pasangkan ke zakar yang sudah tegang. Awas jangan sampai terbalik.

dom2.gif (8257 bytes)

2

Lepaskan gulungan kondom sampai pangkal zakar

dom3.gif (8671 bytes)

3

Bila ingin menambah pelicin, oleskan pada kondom yang sudah terpasang. Pakailah pelicin berbahan dasar air, seperti KY Jelly, Topgel, Vigel atau Aquagel. Jangan pakai Handbody lotion, nivea dan krim lainnya karena berbahan dasar minyak dan dapat membuat kondom rusak dan robek.

dom4.gif (7446 bytes)

4

Bila konodm robek sewaktu berhubungan seks, segera ganti dengan yang baru. Pasangkan lagi kondom sesuai petunjuk 1-3

dom5.gif (8403 bytes)

5

Jika sudah selesai dan sperma sudah keluar, segera tarik penis (selagi masih tegang) dengan memegang pangkal kondom, supaya sperma tidak sampai tertumpah dan jangan sampai tertinggal di liang senggama atau dubur.

dom6.gif (6517 bytes)

6

Buang kondom di tempat yang aman. Jangan buang di sembarang tempat, apalagi ke dalam jamban.

Apa yang Perlu Anda Perhatikan tentang Kondom ?

  • Jangan gunakan kondom bila kemasannya rusak, warnanya tidak seragam, kering atau lengket dan bila Anda meragukan kualitasnya.
  • Jangan menyimpan kondom di dalam dompet atau saku belakang celana anda, karena kondom Anda bisa rusak.
  • Jaga kondom agar tidak terkena sinar matahari langsung. Simpanlah kondom Anda di tempat yang sejuk dan kering.
  • Jangan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti Body lotion, Vaseline atau Baby oil, karena dapat menyebabkan kondom rusak atau robek. Pakailah pelumas yang berbahan dasar air.
 

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu