Pasar Pagi Kota Tegal Kembali Bergolak Terkait Beberapa Tuntutan

yahya, 05 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Untuk kesekian kalinya para Pedagang pasar Pagi kota Tegal riuh dengan aksi turun jalannya, Senin (4/11). Mereka membawa sederet tuntutan yang ditujukan pada pemerintahan Dedy Yon Supriyono untuk dapat membenahinya.

Beberapa persoalan yang disampaikan diantaranya soal sewa kios dan retribusi yang rencananya bakal terjadi kenaikan pada angka 60 %, menolak penerapan perda No 1 dan no 02 tahun 2012 yang dalam penerapannya dianggap menyalahi porsinya. Sehingga para pedagang pasar pagi merasa dirugikan. Pasal yang diterapkan dalam perda seharusnya pasal Kios bukan Toko. Bahkan kabarnya akan ada aksi hukum yang akan dilakukan Paguyuban Pedagang Pasar Pagi berkaitan dengan kesalahan penerapan Perda no 01 dan 02 kepihak APH.

“ Karena ada kerugian materi berupa nominal uang, biar pihak mereka yang melakukan audit, ” Ujar Penasehat PPBA Eri Sudjono pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu, Selasa, (5/11).

Aksi juga menyampaikan kepada pemkot Tegal untuk menindak tegas arogansi oknum ASN agar tidak lagi menempati posisi mengurusi pasar pagi dan minta untuk segera memindahkannya.

Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Blok A sedianya akan bergerak menuju Pendopo Kota Tegal namun rombongan Wakil Walikota HM. Jumadi, ST, MM lebih bersikap pro aktif dengan mendatangi lokasi berkonsentrasinya para pendemo didepan Pasar pagi dan langsung berdialog serta mendengar keluhan para pedagang tersebut. Usai dialog, para pedagang tidak lagi menuju pendopo pemkot Tegal melainkan melanjutkan aksinya ke gedung perwakilan rakyat atau DPRD kota Tegal.

Wakil Walikota Tegal, Jumadi dalam merespon tuntutan aksi menjanjikan akan memanggil oknum ASN terkait pasar tiban dan parkiran yang dianggapnya telah berlaku arogan. Jumadi juga menyampaikan bahwa pemkot Tegal sedang mengkaji soal perda no 1 dan 2 tahun 2012 tersebut.

" Karena perda itu merupakan produk eksekutif dan legislatif, nanti kita review bareng-bareng dan dikawal bersama, " Ujar Jumadi.

" Insya Allah kami bersama pemerintah kota Tegal akan menyelesaikan permasalahan yang dialami pedagang pasar pagi blok A, " Tambah Jumadi.

Sementara itu Ketua Komisi 2 DPRD kota Tegal Ansori Faqih saat menemui perwakilan aksi di ruang komisi 2 menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengkaji perda yang diajukan aksi pedagang pasar pagi khususnya blok A dengan menindak-lanjutkan ke pemerintah provinsi.

" Kami minta waktu 2 minggu untuk melakukan kaji ulang perda tersebut serta menindak-lanjuti ke propinsi, " Kata Ansori Faqih.

Aksi turun jalan anggota Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Blok A (PPBA) berjalan lancar dan berakhir dengan tertib itu mendapatkan rasa kepuasan terutama bagi Penasehat PPBA Eri Sudjono yang menyatakan puas terhadap aksi yang mereka lakukan.

" Kami tinggal menunggu apa yang disampaikan oleh Wakil Walikota dan ketua komisi 2, " Ujar Eri.

Eri Sujono juga menegaskan dan mengingatkan jika tidak ada perkembangan apapun dari pemkot Tegal dan DPRD kota Tegal, pihaknya bukan saja menempuh aksi hukum, namun pihaknya juga akan kembali turun jalan dengan gelombang aksi yang lebih besar. (Anis Yahya)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu