Niat Hati Mengambil Uang, Namun Kaget Bukan Kepayang karena Ditagih Hutang (Jilid 2)

dentang, 06 Nov 2018,
Share w.App T.Me

Pemalang – Seperti diberitakan sebelumnya, ketika Ratna bersama ibundanya (Rustiningsih.red) ke atm guna mengambil uang tabungan sejumlah 950.000 yang biasanya keluar dalam bentuk pecahan 50.000, namun justru yang keluar dari mesin atm tersebut uang sejumlah 1.000.000, berupa 10 lembar uang 100.000. dan beberapa hari kemudian datanglah Iwan dan seorang rekannya yang mengaku dari vendor Bank BRI (PT. BRINGIN GIGANTARA.red), yang menjelaskan jika ada kelebihan uang yang diambil ratna. Serta Kadek yang beberapa hari kemudian juga datang dengan tujuan yang sama yakni menagih hutang dan menawarkan pinjaman uang.

Nampaknya muncul fakta yang sangat mengejutkan. Bagaimana tidak. Setelah kami berbincang lebih lanjut dengan ratna dan ibundanya tentang permasalahan yang dihadapinya. Mereka dengan sangat detail menceritakan asal mula kejadian hingga kedatangan Iwan dan Kadek.

 

“Menurut pengakuan kadek, begini mas. Hari rabu,(17/10), atm kosong dan sengaja belum diisi uang hingga hari jumatnya,(19/10) sekitar jam 4 sore baru diisi kembali. Nah, saat pengisian uang yang dilakukan oleh crew vendor di atm tersebut, ada sejenis alat atau tombol yang terlupa. Selang beberapa jam, atau setelah Maghrib, kami ke atm, bahkan sempat bertemu saudara. Saya di luar atm sedang ngobrol dengan saudara, ratna masuk atm.”, jelasnya.

 

Tidak sampai disitu saja. Mereka berdua juga menceritakan, ada 27 nasabah Bank BRI yang juga senasib dengan mereka, itupun diketahui dari cerita Iwan. Lebih parahnya lagi, gadis belia yang baru lulus sekolah SMA ini mengaku dipaksa jujur oleh Kadek. Namun apa daya, fakta berbicara. Hingga kadek pun tidak melanjutkan “interogasinya” tersebut.

 

“Dari cerita Iwan, nasabah yang senasib dengan saya itu ada 27 lagi, berarti 28 dengan saya. Itu pun Kadek terus menerus menekan dan memaksa supaya saya jujur. Lhah wong saya tidak merasa, kok dipaksa ngaku, yo wegah, mas.”, imbuhnya.

Lebih lanjut, Rusti mengatakan, sampai kapan pun dirinya akan tetap menunggu jawaban penjelasan dari pertemuannya dengan salah satu kepala dari Bank BRI tentang permasalahan tersebut. Namun, tragisnya. Pihak Vendor sama sekali tidak ada tindakan untuk datang ke rumahnya dan justru menganggap persoalan tersebut telah selesai. Dan yang membuat herannya lagi. Kadek yang mengaku berdomisili di Pekalongan Namun kerja di Pemalang ini, sama sekali belum datang kembali untuk meminta maaf atas perlakuannya hingga membuat menurunnya kesehatan ibu dan anak ini. Justru kadek hanya mengirim pesan singkat melalui aplikasi “whatsapp”, tentang ungkapan rasa malunya serta meminta maaf atas perbuatannya.

 

“Sampai saat ini sama sekali belum ada reaksi, penjelasan, maupun jawaban dari bank bri, vendor, dan juga Kadek. Ya saya akan menunggu jawaban dan penjelasan dari Bank BRI serta Vendornya. Tapi yang saya sayangkan, mas. Kadek juga tidak datang lagi kesini. Dia justru wa anak saya, bilang kl dia minta maaf dan malu sudah berbuat begitu. Kalau begitu kan sama saja dia tidak Gentle, mas.”, ungkapnya.

 

Kecewa

 

Di tempat terpisah, muncul fakta mengejutkan lain dari beberapa orang yang sangat kecewa mengenai pelayanan salah satu Bank milik Pemerintah itu.

Dituturkan oleh, endro (25), mengatakan, dirinya pernah melakukan transaksi pengiriman uang untuk orang tuanya, namun setelah di cek, uang tersebut bagaikan hilang ditelan bumi, yang mengagetkan lagi, bukti pengiriman tersebut ada dan tertulis jika uang sudah terkirim. Dan ketika dirinya mencoba mengkonfirmasi ke Bank BRI, pihak bank sama sekali tidak menindaklanjuti laporan tersebut.

“Saat itu saya kirim uang buat ibu, mas. Tapi tidak nyampe. Padahal tuh ada laporan berita kl itu uang terkirim.”, katanya (5/10).

Tidak hanya Ratna dan ibundanya yang tersangkut permasalahan dengan vendor Bank BRI, Endro yang mengirim uang untuk ibundanya. Ida, seorang wanita paruh baya yang juga penjual jajanan di sekolah dasar ini, mengaku pernah kecewa terhadap Bank BRI. Dari penuturannya. Ida pernah pergi ke Bank BRI hanya untuk mencetak saldo yang ada di buku tabungan. Namun dipersulit karena harus suaminya yang melalukan itu, sedangkan suaminya yang kerja melaut dan pulang 2 kali dalam setahun itu pun membuat ida mengambil semua uang tabungannya di Bank BRI dan memindahkan ke Bank lain.(dentang)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu