Koramil Tanjung Brebes Terapkan Demplot Pilot Project

INDONESIASATU.CO.ID:

 

Brebes –  Rabu pagi (15/5/2019). lahan pertanian milik Casjito, Desa Karangreja Kecamatan Tanjung seluas 1 hektar. Sebelumnya di lahan tersebut telah dilakukan pengukuran pH tanah dengan menggunakan pH Meter di 6 titik yang berbeda bersama anggota PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan serta dilakukan penyemprotan tahap awal dengan menggunakan (10/5).

Diungkapkan Kopda Rustono Ali, anak seorang petani bahwa, pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah memaksimalkan lahan yang tersedia dengan cara memaksimalkan pengaturan jarak tanam dengan sedemikian rupa, yaitu pertanaman efek pinggir yang lebih banyak dan memberikan beberapa barisan kosong di tengah dengan jarak yang lebih lebar daripada menanam dengan jarak antar barisan tanaman normal. Sistem tradisional ini sudah lama digunakan para petani di Indonesia secara turun temurun guna meningkatkan kuantitas dan kualitas gabah sehingga jauh lebih tinggi.

“Lebih mudahnya, sistem jajar legowo adalah cara menanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman yang dimaksimalkan rapatnya dengan diselingi dengan satu barisan kosong,” ucapnya.

Lebih lanjut diterangkannya, perbedaan yang mencolok antara tanam pinggir dengan tanam ditengah adalah saat padi sudah merunduk dan mulai menguning, jadi jika dilihat sebelum tanaman berbuah maka perbedaan akan sulit terlihat.

“Jadi tanaman di barisan pinggir jauh lebih baik daripada tanaman di barisan tengah, baik dari segi pertumbuhan maupun tingkat produktivitasnya. Ini disebabkan tanaman pinggir memiliki ruang tumbuh yang lebih leluasa serta lebih banyak mendapatkan sinar matahari,” imbuhnya. (***)

  • Whatsapp

Index Berita