Jika Pilkades E Voting Menjadi Gagasan Nasional Terkait Pelaksanaan Pilkada E Voting, Bupati: Kabupaten Pemalang yang Paling Siap

INDONESIASATU.CO.ID:

PEMALANG - Bupati Pemalang H Junaedi SH MM mengaku siap dan setuju jika pelaksanaan Pilkada E Voting diberlakukan. Mengigat pelaksanaan Pilkades E Voting telah sukses tanpa ekses di Kabupaten Pemalang.

Perlu diingat, tegas bupati, bahwa Pilkades e voting sudah dilakukan dibeberapa daerah seperti Jembrana Bali, dua kabupaten di Sumatra, Boyolali dan Sidoarjo. Namun hanya Kabupaten Pemalang yang menggunakan metode e voting yang terverifikasi dengan e KTP secara langsung. Ketika para jurnalis menanyakan jika Pilkada e voting dilaksanakan di Kabupaten Pemalang, bupati mengaku siap.

"Kami sangat siap jika itu menjadi gagasan nasional, apalagi pelaksanaan pilkades sukses tanpa ekses. Kenapa tak siap Pilkada e voting bukankah Pilkades e voting bisa menjadi referensi keberhasilan Pemkab Pemalang," demikian tegas bupati di hadapan sejumlah jurnalis.

Sebelumnya Bupati Pemalang H Junaedi SH MM melantik 83 kepala desa terpilih dalam pelaksanaan Pilkades e voting tahap 1 tahun 2018 di pendopo setempat, Minggu (2/12).

Usai melantik bupati menegaskan, agar usai dilantik para kepala desa segera melakukan rekonsiliasi untuk mengembalikan situasi agar lebih kondusif paska Pilkades.

"Rangkul semua elemen dan kordinasi untuk bersama membangun desa atas dasar potensi desa supaya bisa dikembangkan dalam membangun wilayah masing-masing."

Lebih lanjut bupati menegaskan, merupakan kewajiban agar saat mengemban tugas pemerintahan desa lebih kondusif sesuai visi dan misi yang disampaikan kepada masyarakat.

"Optimalisasikan Bumdes atas semua produk unggulan demi kemajuan."

Di tempat sama, Kordinator Laskar Patih Sampun, Andi Rustono menegaskan bahwa pelaksanaan pilkades e voting meningkatkan angka partisipasi masyarakat jika dibandingkan dengan pilkades konvensional.

"Pilkades e voting mampu mengubah suasana batin masyarakat sehingga bisa mendongkrak angka partisipasi masyarakat sekitar 70 persen. Sedangkan pilkades konvensional di bawah 60 persen tingkat partisipasinya," ujarnya. (embong sriyadi)

  • Whatsapp

Index Berita